Proses penelitian pada prinsipnya adalah proses pencarian dan pengolahan data. Peran data amat penting bagi penelitian ilmiah. Metode ilmiah dikatakan sistematis apabila memper lakukan terhadap data sesuai dengan kaidah ilmiah. Peneliti tidak mungkin menganalisis apa yang diketahuinya sebagai fakta secara serampangan dalam proses penelitian. Perlu tahapan yang runut untuk dilewati sebelum melaporkan hasil risetnya. Oleh sebab itu, mengetahui apa pengertian data merupakan langkah awal yang fundamental.
Data merupakan suatu bahan yang masih mentah yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kuantitatif maupun kualitatif yang menunjukkan suatu fakta (Riduwan.2009:5). Pada konteks penelitian data bisa diartikan sebagai keterangan tentang variabel pada beberapa objek. Data memberikan keterangan tentang objek-objek dalam variabel tertentu. Contohnya: Data berat 6 batang besi merupakan keterangan mengenai 6 besi dalam variabel “berat”. Motivasi belajar merupakan keterangan mengenai siswa dalam variabel “motivasi belajar”, dan sebagainya. Keterangan itu diwujudkan dalam bentuk angka maupun simbol.

Dalam dunia penelitian, data memiliki peranan yang sangat penting. Hal tersebut terjadi karena data mempunyai fungsi sebgai alat uji pertanyaan atau hipotesis penelitian. Serta kualitas data sangan menentukan kualitas dari hasil penelitian. Artinya hasil penelitian sangat bergantung pada kualitas data yang sukses dikumpulkan. Namun begitu, kualitas data yang baik belum tentu hasil penelitiannya baik pula. Hasil penelitian selain dipengaruhi oleh kualitas data yang berhasil dikumpulkan juga dipengaruhi oleh ketepatan dan keakuratan analisis data yang dilakukan. Kualitas data bergantung pada kualitas dari instrumen yang digunakan guna pengumpulan data. Kualitas instrumen pengumpulan data berhubungan dengan validitas dan reliabelitas.
Dalam dunia penelitian, data dapat dikelompokan kedalam berbagai macam sesuai dengan dasar klasifikasinya. Terdapat lima macam dasar dalam pengklasifikasian data, yaitu: jenis, sifat, sumber, cara pengukuran dan skala pengurukuran.
- Jenis data
Berdasarkan jenisnya data dikelompokkan menjadi dua macam yaitu, data kualitatif dan data kuantitatif.
- Data kualitatif yaitu data verbal yang digunakan untuk riset kualitatif.
- Data kuantitatif, yaitu data berupa angka atau numerik yang digunakan untuk riset kuantitatif.
- Sifat Data
Data berdasarkan pada sifatnya dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu dikotomi, diskrit, dan kontinum.
- Data dikotomi, merupakan data yang bersifat pilah satu sama lain, misalnya suku, agama, jenis kelamin, pendidikan, dan lain sebagainya.
- Data diskrit, merupakan data yang proses pengumpulan datanya dijalankan dengan cara menghitung atau membilang. Seperti, jumlah anak, jumlah penduduk, jumlah kematian dan sebagainya.
- Data kontinum, merupakan data pengumpulan datanya didapatkan dengan cara mengukur denga alat ukur yang memakai skala tertentu. Seperti misalnya, Suhu, berat, bakat, kecerdasan, dan lainnya.
- Sumber Data
Data berdasarkan pada sumbernya, bisa dikelompokan menjadi dua macam, yaitu data internal dan data eksternal.
- Data internal, merupakan data yang pengumpulannya didaptkan dari lembaga atau oerganisasi di mana penelitian dilaksanakan. Contohnya guru SMA N 1 Banyumas mengadakan penelitian tentang kepala sekolah dan aspek yang mempengaruhinya. Jika data diambil dari kinerja kepada sekolah SMA N 1 Banyumas, maka data itu termasuk data internal.
- Data eksternal, merupakan data yang didapatkan dari lembaga atau oerganisasi lain di mana penelitian dilakukan. Contohnya jika peneliti akan meneliti perkembangan usaha suatu produk tertentu, dan dia mencari data di luar perusahaan yang bersangkutan, misalnya di Biro Pusat Statistik, maka data tersebut adalah data eksternal.
- Cara Pengumpulan
Berdasarkan cara pengumpulannya data dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.
- Data primer, merupakan data yang didapatkan dari sumber pertama, atau depat dikatakan pengumpulannya dilakukan senduru oleh si peneliti secara langsung, seperti hasil wawancara dan hasil pengisian kuesioner (angket). Contoh data primer, Peneliti akan meneliti tentang prosedur kerja suatu aplikasi tertentu, maka dapat dilakukan wawancara mengenai hal tersebut.
- Data sekunder, merupakan data yang didapatkan dari sumber kedua. Dengan demikian data sekunder mempunyai dua makna. Pertama, data yang telah diolah lebih lanjut, misalnya dalam bentuk diagram atau tabel. Kedua, data yang dikumpulkan oleh lembaga atau orang lain, atau data yang bukan dikumpulkan sendiri oleh peneliti. misalnya data penghasilan penduduk yang dikumpulkan oleh BPS, data yang dikumpulkan oleh lembaga survey dan lainnya.
- Skala Pengukuran
Berdasarkan skala pengukurannya, data bisa dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu: data nominal, ordinal, interval, dan rasio.
- Data Nominal merupakan data yang hanya bisa dibedakan, tidak bisa diurutkan dan diperbandingkan satu dengan yang lain. Contoh data nominal yaitu jenis kelamin, agama, jenis pekerjaan dan sebagainya.
- Data Ordinal merupakan data yang mempunyai urutan (order), tetapi tidak mempunyai jarak perbedaan yang sama di antara rangkaian urutan tersebut. Dengan kata lain merupakan data yang memiliki jenjang, sehingga responden bisa diurutkan jenjangnya sesuai dengan karakteristik yang ada pada dirinya. Pada data ordinal dapat menyatakan bahwa data tersebut lebih, sama, atau kurang dari data yang lain. Data ordinal bisa dibedakan dan diurutkan tapi tidak mempunyai jarak yang sama dalam urutan maupun perbedaan yang ada. Contohnya : Rangking prestasi belajar, rangking 1 nilainya 1000, 2 nilainya 980, dan 3 nilainya 960.
- Data Interval merupakan data yang mempunyai perbedaan, urutan, dan jarak perbedaan yang sama di antara rangkaian urutan tersebut, tapi tidak mempunyai titik nol absolut atau mutlak. Jarak pada skala interval diatur mengikuti ukuran tertentu yang mudah dipahami maknanya dalam rangka menyusun suatu interpretasi. Contohnya data tes hasil belajar yang diberikan angka 4,5,6,7,8,9 dan seterusnya. Jarak antara 5 dan 6 sama dengan 6 dan 7, dan seterusnya. Namun angka tersebut tidak mempunyai arti perbandingan, yang mana angka 4 yang didapatkan siswa bukan berarti kepandaiannya setengah dari siswa yang mendapatkan 8. Hal ini karena angka dalam data interval tidak mempunyai sifat absolut sehingga tidak bisa diperbandingkan.
- Data Rasio merupakan data yang mempunyai perbedaan, urutan, jarak perbedaan yang sama di antara rangkaian urutan itu, dan mempunyai titik mutlak atau nol absolut, Sehingga bisa diperbandingkan satu dengan yang lainnya. Nilai nol (0) sebagai titik nol absolut, menunjukkan bahwa suatu gejala dengan semua unsur atau faktor didalamnya benar-benar tidak ada. Dengan adanya nilai nol, objek yang bernilai nol berarti objek tersebut tidak mempunyai apapun dalam variabel tersebut. Jarak antar dua titik yang berdekatan mempunyai nilai yang sama, penggunaan data ini menyatakan perbandingan yang pasti. Sehingga lebih banyak dipakai di lingkungan Ilmu eksakta daripada ilmu sosial.
(sumber: Riduwan. 2009. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung:
Alfabeta.)





