Dalam pemahasan kali ini, kita akan membahasan menganai populasi dan sampel, serta teknik dalam pengambilan sampel. Hal tersebut penting dipahami karena data yang diperoleh bersumber dari sampel yang berada pada populasi yang dijadikan objek dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel juga perlu dipahami, karena kualitas dari data juga dipengaruhi dari cara kita mengambil data tersebut apakah sesuai dengan prosedur penelitian atau tidak. Berikut dijelaskan pengertian dari populasi dan sampel, serta teknik sampling yang dapat digunakan pada proses penelitian.
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek,/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi selutuh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti itu.

Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).
Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel, untuk menentukan sampel dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.
Teknik sampling pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling. Probability sampling meliputi, simple random, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, dan area random. Non probability sampling meliputi, sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental/insidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.
Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi angota sampel. Teknik ini meliputi simple random, proportionate stratified random sampling, systematic sampling, stratified random sampling, disproportionate stratified random, sampling area (cluster) sampling (sampling menurut daerah).
Simple Random Sampling
Pada simple random sampling kita hitung terlebih dahulu jumlah subyek dalam populasi (terjangkau) yang akan dipilih subyeknya sebagai sampel penelitian. Setiap subyek diberi bernomor, dan dipilih sebagian dari mereka dengan bantuan tabel angka random.Pemilihan subyek secara acak saat ini dipermudah dengan program komputer. Banyak program komputer yang menyediakan pemilihan subyek secara random (random sampling atau random selection). Biasanya komputer meminta input kepada kita, berupa jumlah subyek penelitian yang tersedia (misalnya 200), berapa banyak yang akan dipilih menjadi sampel (misalnya 40), serta nomor urut pasien dari yang terkecil sampai yang terbesar untuk dipilih (misal dari 1 sampai 200). Dengan perintah khusus, maka komputer akan menunjuk 40 nomor urut pasien yang harus dipilih. Bila input yang sama diulang, komputer akan menjadi 40 nomor pasien yang sama sekali berbeda. Dengan demikian peneliti tidak dapat memprediksi nomor yang akan terpilih bila prosedur pemilihan subyek ini diulang.
Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai itu berstrata.
Systematic Sampling
Pada sampling sistematik ditentukan bahwa dari seluruh subyek yang dapat dipilih, setiap subyek nomor ke-sekian dipilih sebagai sampel. Bila ingin diambil 1/n dari populasi, maka tiap pasien ke-n dipilih sebagai sampel. Jadi, seperti pada random sampling, setiap subyek yang memenuhi kriteria untuk dipilih diberi bernomor.
Stratified Random Sampling
Dalam penelitian tidak jarang ditemukan keadaan tertentu, sehingga setiap kelompok (kita sebut strata) memberikan nilai yang jelas berbeda. Bila sampling dilakukan terhadap semua subyek sebagai satu kesatuan, akan diperoleh sampel dengan variasi yang sangat besar terutama bila jumlah subyek tidak banyak, dan simpulan hasil penelitian menjadi bias. Untuk mengatasi hal tersebut dapat maka dilakukan stratifikasi dan pemilihan subyek berdasarkan atas strata. Pada cara ini sampel dipilih secara acak untuk setiap strata, kemudian hasilnya dapat digabungkan menjadi satu sampel yang terbebas dari variasi untuk setiap strata. Variabel yang sering digunakan untuk stratifikasi adalah jenis kelamin, umur, ras, kondisi sosial-ekonomi, status gizi, tempat penelitian (pada studi multisenter), dan lain-lain.
Disproportionate Stratified Random
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
Cluster Sampling (Area Sampling)
Pada cluster sampling sampel dipilih secara acak pada kelompok individu dalam populasi yang terjadi secara alamiah, misal wilayah (kodya, kecamatan, kelurahan, dst). Cara ini sangat efisien bila populasi tersebar luar sehingga tidak mungkin membuat daftar seluruh populasi tersebut. Pada kondisi ini maka pemilihan dengan simple random sampling sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan.
Nonprobability Sampling
Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, dan snowball.
Sampling Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota itu diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan meambil nomor ganji saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1,5,10,15, dan seterusnya sampai 100.
Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
Sampling Insidental
Sampling insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebeulan, yaitu siapa saja yang sacara kebetulan/insidental bertemu dengan peniliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbanga tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kualitas makan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan, atau penelitian tentang kondisi politik di suatu daerah, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli politik. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi.
Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlah kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan sampel Purposive dan Snowball.
(sumber:Prof. Dr. Sugiono 2013. Statistika Untuk Penelitian. Bandung)





