Peneliti sering kali kesulitan menentukan teknik statistik yang akan digunakan. Hal tersebut dikarenakan banyak sekalit teknik statistik yang memiliki tujuan yang sama namun memiliki asumsi-asumsi yang berbeda yang membuat peneliti kesulitan dalam memilih teknik analisis yang tepat. Padahal berbagai teknik statistik secara garis besar dapat dilihat berdasarkan jenis data yang dimiliki serta hipotesis yang diajukan oleh peneliti.

Pedoman dalam Memilih teknik Statistik
Terdapat bermacam-macam teknik statistik yang dapat digunakan dalam penelitian khususnya dalam pengujian hipotesis. Teknik statistik mana yang akan digunakan untuk pengujian tergantung pada interaksi dua hal yaitu macam data yang akan dianalisis dan bentuk hipotesisnya. Seperti dalam jenis penelitian menurut “tingkat ekplanatif” maka bentuk hipotesis ada tiga, yakni hipotesis deskriptif, komparatif, dan asosiasi. Berikut adalah contoh hipotesis ketiganya.
Hipotesis Deskriptif
Ho : Daya tahan lampu merk X = 500 jam
Ha : Daya tahan lampu merk X 500 jam
Hipotesis Komparatif
Ho : Daya tahan lampu merk X = merk Y
Ha : Daya tahan lampu merk X merk Y
Hipotesis Asosiatif
Ho : Tidak ada hubungan antara tegangan dengan daya tahan lampu
Ha : Ada hubungan antara tegangan dengan daya tahan lampu
Hipotesis komparatif ada dua macam yaitu komparatif dua sampel dan lebih dari dua sampel. Untuk masing-masing hipotesis komparatif dibagi menjadi dua yaitu sampel related (berpasangan) dan sampel yang independen.
(sumber:Prof. Dr. Sugiono 2013. Statistika Untuk Penelitian. Bandung)





