Salah satu aspek yang paling penting untuk menggambarkan distribusi data adalah nilai pusat data pengamatan (Central Tendency). Setiap pengukuran aritmatika yang ditujukan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan) dikenal sebagai ukuran pemusatan data (tendensi sentral). Terdapat tiga ukuran pemusatan data yang sering digunakan, yaitu: mean, median, dan modus.
Tendensi sentral adalah pengukuran statistik untuk menentukan skor tunggal yang menetapkan pusat dari distribusi. Tujuan tendensi sentral adalah untuk menemukan skor single yang paling khusus atau paling representatif dalam kelompok (Gravetter & Wallnau, 2007).

Deskriptif Tendensi Sentral
Beberapa teknik penjelasan kelompok yang telah diobeservasi dengan data kuantitatif, selain dapat dijelaskan dengan menggunakan tabel dan gambar, dapat juga dijelaskan dengan teknik statistik yang disebut: Mean, Median, dan Modus.
Mean
Mean merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-rata (mean) ini didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok itu, kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut. Terdapat 2 macam nilai mean yaitu:
Rata – rata data observasi tidak berkelompok merupakan nilai yang diperoleh dari penjumlahan semua data observasi dibagi dengan banyaknya data. Rata-rata data observasi tidak berkelompok dapat diperoleh berdasarkan rumus berikut:
Me =
Me = rata-rata data observasi
= jumlah
= nilai observasi
= banyaknya data observasi
Rata – rata data observasi berkelompok merupakan jumlah hasil kali antara frekuensi dengan nilai tengah semua kelas jumlah frekuensi. Rata-rata data observasi berkelompok dapat diperoleh berdasarkan rumus berikut:
Me =
Me = rata-rata data observasi
= jumlah
= frekuensi
= nilai tengah
Median
Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, atau sebaliknya dari yang terbesar sampai yang terkecil. Terdapat 2 macam Median :
- Median data observasi tidak berkelompok, dapat ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
- Urutkan data observasi dari kecil ke yang besar
- Tentukan letak median dengan rumus
Md = median
N = jumlah observasi
- Median data observasi berkelompok, dapat ditentukan dengan langkah-langkah :
- Tentukan kelas median dengan rumus
- Tentukan median dengan rumus
Md = median
BMd = tepi kelas bawah dari kelas yang mengandung median
N = banyaknya observasi
Cf = frekuensi kumulatif sebelum kelas median
FMd = frekuensi kelas median
i = interval
Modus
Modus merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang sedang populer (yang sedang menjadi mode) atau nilai yang sering muncul dalam kelompok tersebut. Terdapat 2 macam modus yaitu:
- Modus data observasi tidak berkelompok yang dapat diketahui dengan mencari nilai yang sering muncul pada data obsertasi pada data yang tidak berkelompok.
- Modus data observasi berkelopok, dapat ditentukan sebagai berikut :
- Tentukan kelas modus yaitu yang mempunyai frekuensi terbesar.
- Tentukan modus dengan rumus.
Mo = modus
BMo = tepi kelas bawah dari kelas yang mengandung modus
d1 = selisih antara frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
d2 = selisih antara frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas setelahnya
i = interval
(sumber:Prof. Dr. Sugiono 2013. Statistika Untuk Penelitian. Bandung)





